Khanzab
Rahayu menyaksikan bapaknya menjadi korban pembantaian dukun santet pada tahun 1998 oleh para ninja. Bersama Ibu tiri dan adiknya, Rahayu meninggalkan Banyuwangi dan kembali ke rumahnya di Jetis. Namun, keluarga Rahayu dikucilkan karena dianggap keluarga dukun santet. Semakin dikucilkan, Rahayu sulit konsentrasi saat sholat. Kekhusyukan Rahayu sering diganggu, hingga lupa rakaat dan bacaan sholat.
